Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Berpikir Positif Bisa Turunkan Berat Badan Loh!


Jakarta Banyak hal bisa Anda lakukan demi mendapatkan berat badan yang ideal. Diet ketat dan berolahraga secara teratur punya bukti yang signifikan untuk hal tersebut.

Tapi tahukah Anda bahwa pikiran positif juga bisa membantu menurunkan berat badan? Aspek-aspek di pikiran seperti cara berpikir juga bertindak dapat menimbulkan emosi yang ternyata mempengaruhi tubuh.

Dr. Candace Pert dan tim penelitinya telah membuktikan bahwa pandangan mental yang positif telah mempengaruhi bukan hanya pikiran, tetapi juga badan. Penelitian tersebut telah membuktikan adanya hubungan antara pikiran, cara berfikir dan tubuh.

Tubuh memproduksi hormon Peptine. Hormon tersebut mengirim pesan dari pikiran ke jaringan tubuh untuk mempengaruhi bagaimana bereaksi dalam keadaan senang dan stres. Perubahan perilaku dan emosi dari sudut negatif ke positif sangat baik bagi kesehatan dan pengelolaan berat badan.

Jadi, cobalah menghilangkan pikiran negatif di otak Anda untuk hidup yang lebih baik!

(yla/yla)

Read More......

7 Tau ga, Hal yang tak boleh dilakukan setelah makan?Mau tau?

1. Jangan Merokok - Penelitian dari para ahli membuktikan bahwa merokok sebatang rokok setelah makan sama dengan merokok 10 rokok (kemungkinan terserang kanker lebih besar)

2. Jangan langsung makan buah-buahan - Langsung makan buah-buahan setelah makan akan menyebabkan perut dipenuhi dengan udara. Untuk itu makanlah buah-buahan 1-2 jam setelah makan atau 1 jam sebelum makan.


3. Jangan minum Teh - karena daun teh mengandung kandungan asam yang tinggi. kandungan ini akan menyebabkan kandungan protein pada makanan yang telah kita konsumsi sulit untuk dicerna.

4. Jangan mengendorkan ikat pinggangmu - Mengendorkan ikat pinggang setelah makan akan menyebabkan usus terbelit dan terblokir.

5. Jangan Mandi - Mandi akan menaikan aliran darah ke tangan, kaki dan badanyang menyebabkan jumlah dara sekitar perut akan terus berkurang. Hal ini akan melemahkan system pencernaan di dalam perut kita.

6. Jangan Berjalan-jalan - Orang-orang sering mengatakan bahwa berjalan beberapa langkah setelah makan akan memperpanjang umur. Pada kenyataannya hal ini tidaklah benar. Berjalan akan menyebabkan system pencernaan tidak mampu menyerab nutrisi dari makanan yang telah kita makan.

7. Jangan langsung tidur - Makanan yang kita makan tidak dapat dicerna secara baik. Hal ini akan menyebabkan usus mengalami kembung dan peradangan.

Read More......

Kuman Tidak Mampu Melawan Madu !!

Ini merupakan judul sebuah artikel yang dimuat majalah Dis Lancet Infect edisi Februari 2003 yang ditulis oleh seorang Dr. Dixon, ia mengatakan: madu sangat kuat menguasai kuman. Sehingga tidak ada satu kuman pun yang sanggup berhadapan dengan madu.
Dr Dixon, merupakan seorang dari sekian banyak para ilmuwan yang diberi anugerah oleh Allah dapat mengkaji manfaat madu.

Yang menarik, penderita kencing manis, yang oleh para dokter diminta untuk tidak mengkonsumsi makanan atau minuman yang manis, termasuk madu. Karena, dianggap bisa menaikkan kadar gula dalam tubuh. Ternyata, menurut penelitian, anjuran itu tidak berlaku.
Madu, justru mampu menurunkan kadar gula di dalam darah orang yang terkena sakit gula. Beberapa penemuan membuktikan bahwa di dalam madu terdapat unsur oksidasi yang menjadi pengurai gula di dalam darah lebih mudah, yang tidak membuat kadar gula semakin bertambah tinggi.. Madu yang kaya dengan vitamin B1, B5 dan G, justru sangat diperlukan bagi penderita kencing manis. Karena, madu mengandung sekitar 100 unsur berbeda yang dianggap sangat urgen bagi tubuh manusia, khususnya bagi penderita diabtesi tersebut.

Seorang filsuf dan penulis Yunani, Athenaeus, menyatakan bahwa siapa saja yang rajin mengonsumsi madu setiap hari akan bebas dari penyakit selama hidupnya. Dia tidak mengada-ada karena di dalam madu memang termuat rupa-rupa nutrisi yang unik dan potensial untuk memelihara kesehatan dan kecantikan. Madu memiliki kekuatan menyembuhkan yang hebat.. Berbagai nutrisi yang dikandungnya telah lama dimanfaatkan untuk mengatasi luka bakar, menambah stamina, menaikkan gairah seksual, bahkan dapat mencegah kanker.
Cairan berwarna keemasan ini pun merupakan perawat keindahan kulit yang bermutu.

Seorang ilmuwan dari Universitas Illinois di Urbana, Amerika Serikat, menulis dalam Journal of Apicultural Research bahwa khasiat masing-masing madu bisa saja berbeda, namun semua jenis madu pasti mengandung antioksidan, seperti vitamin E dan vitamin C, yang sama kadarnya. Antioksidan tersebut diyakini mampu mencegah terjadinya kanker, penyakit jantung, dan penyakit lainnya.

Secara lebih rinci Prof. DR. H. Muhilal, pakar gizi dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi Bogor, menguraikan tentang kandungan gizi madu.. Asam amino, karbohidrat, protein, beberapa jenis vitamin serta mineral adalah zat gizi dalam madu yang mudah diserap sel-sel tubuh. Asam amino bebas dalam madu mampu membantu penyembuhan penyakit, juga sebagai bahan pembentukan neurotransmitter atau senyawa yang berperan dalam mengoptimalkan fungsi otak. Madu juga mengandung zat antibiotik yang berguna untuk mengalahkan kuman patogen penyebab penyakit infeksi.

Karbohidrat madu termasuk tipe sederhana. Rata-rata komposisinya adalah 17,1 persen air; 82,4 persen karbohidrat total; 0,5 persen protein, asam amino, vitamin, dan mineral. Karbohidrat tersebut utamanya terdiri dari 38,5 persen fruktosa dan 31 persen glukosa. Sisanya, 12,9 persen karbohidrat yang terbuat dari maltose, sukrosa, dan gula lain. Sebagai karbohidrat, satu sendok makan madu dapat memasok energi sebanyak 64 kalori.

Berkat kekayaan zat gizinya, tak heran jika madu sejak zaman baheula digunakan sebagai obat. Bangsa Mesir kuno misalnya sudah memanfaatkan madu untuk mengobati luka bakar dan luka akibat benda tajam. Dalam penelitian ribuan tahun kemudian ditemukan sifat antiseptik ringan dan antimikrobial dari madu. Karena dapat menghambat pertumbuhan bakteri itulah, madu mampu mempercepat penyembuhan luka.
“Sifat antibakteri dari madu membantu mengatasi infeksi pada perlukaan dan aksi antiinflamasinya dapat mengurangi nyeri serta meningkatkan sirkulasi yang berpengaruh pada proses penyembuhan, ” kata Dr. Peter Molan dari University of Waikato, New Zealand , melalui situs kesehatan.
Madu juga merangsang tumbuhnya jaringan baru, sehingga selain mempercepat penyembuhan juga mengurangi timbulnya parut atau bekas luka pada kulit.

Sebuah studi terbaru menemukan kandungan antioksidan di dalam cairan
mujarab tersebut. Itu artinya madu ampuh untuk menangkal radikal bebas. Kita tahu bahwa radikal bebas menjadi penyebab terjadinya berbagai penyakit yang sulit dikontrol, salah satunya kanker.

Temuan tersebut mendorong para peneliti untuk mencari tahu lebih jauh tentang zat-zat antikanker yang dikandung madu. Diharapkan berbagai penelitian terkini akan semakin mengukuhkan khasiat madu yang sangat potensial untuk menghentikan penyebaran penyakit ganas..
Reputasi madu untuk mengatasi gangguan pernapasan masih tetap diakui.
Terutama untuk mengusir dahak atau cairan yang menyumbat saluran
pernapasan.
Masyarakat Yunani dan Romawi percaya khasiat madu sebagai dekongestan
(pelega hidung saat pilek).

Madu juga memiliki sifat sedatif (penenang) yang ringan. Maka itu
masyarakat tradisional sering membubuhkan madu pada segelas susu untuk
diminum sebelum tidur. Minuman ini membuat mereka rileks dan bisa segera
tidur nyenyak.

Hampir semua makanan manis akan merangsang otak untuk memproduksi endorfin
atau pembunuh nyeri alami di dalam tubuh. Tak terkecuali rasa manis alami
yang dihasilkan madu. Berkaitan dengan kadar fruktosanya yang tinggi,
membuat madu mempunyai efek laksatif atau pencahar yang ringan.

Efek lain dari madu yang dipercaya sejak lama, yakni sebagai aprodisiak
atau pembangkit gairah seksual. Istilah honeymoon (bulan madu) berasal
dari tradisi kuno masyarakat Eropa Utara, ketika pasangan pengantin baru
diharuskan mengonsumsi madu dan mead (minuman sejenis wine yang dibuat
dari fermentasi madu) yang diyakini bersifat aprodisiak tadi.

Madu juga memiliki aktivitas sebagai disinfektan ringan, sehingga mampu
menyembuhkan radang tenggorokan. Cairan manis ini juga bisa meningkatkan
produksi saliva atau cairan ludah yang dapat membantu mengatasi
tenggorokan yang kering atau teriritasi.
Para penyanyi opera pun gemar memanfaatkan madu untuk memelihara kondisi
tenggorokan mereka, supaya tetap bisa melantunkan lagu-lagu merdu. Segelas
air hangat dicampur lemon dan madu merupakan ramuan tradisional yang biasa
digunakan untuk mengikis radang tenggorokan.

Jika Anda ingin awet muda, tetap segar dan bugar walau sudah berusia tua,
selalu makan madu secara rutin. Demikian pesan pionir ilmu kedokteran
modern sekaligus filsuf Islam, Dr. Ibnu Sina.

Kaum perempuan di Mesir, Yunani, dan Rusia memang sudah memanfaatkan
madu sejak lama untuk memelihara kecantikan kulit muka agar tetap cantik
dan bersih. Juga untuk menghilangkan noda dan bintik-bintik hitam
(hiperpigmentasi) , serta mencegah keriput. Ramuan berupa 100 gram madu
dicampur 25 ml alkohol dan 25 ml air bersih bisa dicoba untuk merawat
keindahan kulit Anda.

Rasa madu sangat dipengaruhi oleh jenis bunga yang dikunjungi lebah untuk
diambil nektarnya (bahan pembuat madu). Saat ini bisa dijumpai berbagai
madu, seperti madu randu, madu klengkeng, madu asam, madu mangga, madu
apel, madu ceri, madu jeruk, madu peer, dan banyak lagi.

Apabila bunga yang dihinggapi lebah memiliki zat-zat racun, kemungkinan
besar madunya pun beracun. Lebah yang mengambil nektar dari bunga pohon
rhododendron misalnya, bisa memproduksi madu beracun. Bila dikonsumsi,
madu ini bisa menyebabkan kelumpuhan.

Beberapa tanaman, selain rhododendron, mengandung senyawa beracun dalam
nektarnya, antara lain azalea, andromeda, agave, atropa, datura,
euphorbia, kalmia, gelsemium, dan melaleuca. Madu beracun ini biasanya
merupakan madu liar.

Saat ini madu sudah banyak diproduksi yang tentunya mengembil
jenis-jenis tanaman yang selain tidak beracun juga bermanfaat bagi
kesehatan. Salah satu keunikan dari madu, meski memiliki rasa manis, tidak
begitu berbahaya dibanding gula.

Meski efeknya ringan dalam menaikkan gula darah dibanding sumber
karbohidrat lain, bagi diabetesi dianjurkan untuk tetap berkonsultasi ke
dokter bila mengonsumsinya.
Manis alami madu telah digunakan di Inggris hingga pertengahan abad ke-17,
untuk menambah nikmat rasa makanan dan minuman. Sayang kebiasaan ini
kemudian berubah ketika orang mulai memproduksi gula. Butiran putih ini
dianggap lebih berkelas dan hanya golongan berstatus sosial tinggilah yang
mampu menjangkaunya.

Namun, di akhir abad ke-17 gula semakin meluas pemakaiannya, tak hanya
terbatas pada kalangan atas. Keluarga kerajaan pun kembali pada kebiasaan
semula, yakni menyantap roti yang diolesi madu berkualitas tinggi
tentunya.
Tak ada salahnya bila kita mencontoh gaya hidup ala Ratu Inggris, sarapan
madu setiap hari.

Read More......

Kanker Kolorektal, Diawali Gangguan Pencernaan


KANKER kolorektal memang jarang terdengar. Padahal, kanker saluran cerna ini selalu menempati urutan lima besar kanker paling sering terjadi.


Penyakit ini biasanya ditandai dengan gangguan pencernaan. Pola makan sangat berpengaruh terhadap kesehatan seseorang. Banyak penyakit bermunculan akibat pola makan tak sehat. "You are what you eat", ungkapan ini sangat tepat mewakili fenomena tersebut. Salah satu penyakit yang diakibatkan pola makan tak sehat adalah kanker kolorektal.

Jenis kanker ini memang tak sepopuler kanker lain seperti serviks, payudara, atau prostat. Tapi tahukan Anda bahwa kanker ini sangat berbahaya dan bisa berujung pada kematian. Sebuah penelitian pada 2002, mencatat terdapat lebih dari 1 juta kasus kanker kolorektal. Jumlah ini menempatkan kanker kolorektal pada urutan ke-3 jenis kanker yang paling sering terjadi.

Biasanya gejala yang muncul dari penyakit ini adalah adanya berbagai macam gangguan pencernaan. Maka, waspadai gangguan pencernaan yang ada.Kanker kolorektal merupakan kelompok kanker dengan prevalensi yang tinggi dan selalu termasuk urutan lima besar kanker di berbagai bagian dunia.

Kanker yang dalam bahasa awamnya ini adalah kanker kolon atau usus besar adalah penyakit di mana tumbuh sel-sel ganas (kanker) pada lapisan permukaan usus besar (kolon) atau rektum. "Kanker kolorektal adalah tumor ganas akibat pertumbuhan secara berlebihan dan berasal dari dinding usus besar," ucap ahli penyakit dalam dari RSCM Jakarta, Dr Murdani, SpPD, KGEH.

Karena ini berhubungan dengan saluran pencernaan. Jadi apa yang dikonsumsi oleh si penderita juga turut memengaruhi timbulnya penyakit ini. Dikatakan Murdani, seperti jenis kanker lainnya, kanker ini memiliki penyebabnya yang multifaktorial. Faktor risiko dari penyakit kanker kolorektal adalah cara diet yang salah, makanan tinggi lemak dan rendah kalsium, folat dan rendah serat,serta obesitas.

Kurangnya konsumsi buah dan sayur-sayuran, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol juga memberi kontribusi munculnya penyakit ini. Selain itu, Anda yang memiliki riwayat penyakit polip usus, riwayat radang usus kronis, kegemukan, dan riwayat kanker kolorektal pada keluarga juga harus mewaspadai munculnya kanker kolorektal.

"Secara umum, penyebabnya terbagi dua golongan besar. Pertama faktor genetik dan kedua, faktor lingkungan, termasuk pola makan, merokok, alkohol, kebiasaan olahraga dan infeksi atau inflamasi," ujar Murdani.

Di seluruh dunia, 9,5% pria penderita kanker terkena kanker kolorektal, sedangkan pada wanita angkanya mencapai 9,3% dari jumlah total penderita.

Penyakit ini mempunyai gejala klinis, di antaranya pendarahan pada usus besar, adanya darah pada feses saat buang air besar (lewat dubur), dan gangguan lewat buang air besar, misal sembelit tanpa sebab yang jelas yang berlangsung selama 6 minggu. Gejala klinis lain yang muncul bisa berupa keluhan ringan, antara lain tidak nafsu makan, nyeri perut, muntah-muntah, dan penurunan berat badan serta rasa sakit di perut atau bagian belakang.

Kanker kolorektal biasanya ditemukan pada pria dan wanita yang berusia di atas 50 tahun. Sementara di Indonesia, kemungkinan terkena kanker kolorektal, antara pria dan wanita sama besar. Puncaknya, penyakit ini terjadi pada usia sekitar 30-40 tahun dan 50-60 tahun.

Dikatakan dokter spesialis penyakit dalam dari RSCM Jakarta, Prof dr Abdul Aziz Rani SpPD(K) bahwa kanker lambung prevalensinya sangat tinggi di Asia Timur, walaupun ada kecenderungan menurun.

Deteksi dini berupa skrining untuk mengetahui kanker kolorektal sebelum timbul gejala dapat membantu dokter menemukan polip dan kanker pada stadium dini. Bila polip ditemukan dan segera diangkat, maka akan dapat mencegah terjadinya kanker kolorektal. Begitu juga pengobatan pada kanker kolorektal akan lebih efektif bila dilakukan pada stadium dini.

"Di negara Jepang,Korea, dan China, skrining massal dan kelajuan diagnostik endoskopi meningkatkan proporsi kanker stadium dini menjadi sekitar 40%-50% dari seluruh kasus kanker yang ditemukan," sebutnya saat ditemui pada saat acara simposium dengan tema "2nd Recent Advances In Cancer Diagnosis & Therapy" yang diadakan Rumah Sakit Gading Pluit, beberapa waktu lalu.(Koran SI/Koran SI/jri)

Read More......